Cerita Horror : Pengalaman Dua Orang yang Tersesat di Desa Gondo Mayit

Horror —Jumat, 1 Oct 2021 13:26
    Bagikan  
Cerita Horror : Pengalaman Dua Orang yang Tersesat di Desa Gondo Mayit
Cerita Horror : Pengalaman Dua Orang yang Tersesat di Desa Gondo Mayit/Pinterest

Depostborneo


Kisah yang berawal dari sebuah akun twitter bernama @SimpleMan yang menceritakan tentang pengalaman dua orang yang tersesat di sebuah desa misterius yang bernama Desa Gondo Mayit yang artinya desa perenggut nyawa.

Diceritakan dua orang yang bernama Damar dan Erik, Damar yang ditunjuk sebagai ketua mapala atau mahasiswa pecinta alam periode tahun 2011-2012 di salah satu universitas yang terkenal disurabaya.

Baca juga: Fakta Psikologi Tentang Orang yang Mudah Merasa Malu Cenderung Lebih Dapat Dipercaya dan Lebih Bermurah Hati

Baca juga: Pahala yang Sangat Banyak di Hari Jumat, Disunahkan Memperbanyak, Doa dan Shalawat


Pada saat itu akan diadakan untuk mendaki puncak Mahameru, dimana ada empat universitas yang akan ikut bergabung bersama kelompok-kelompok mapala yang sedang di ketuai oleh Damar. Kegiatan ini cukup mendadak dan tidak ada anggota mapala yang bisa membantu Damar untuk mempersiapkan kegiatan ini.

Karena Damar seorang ketua yang bertanggung jawab, Damar tetap bersikeras untuk melaksanakan agendanya walaupun seorang diri. Ketika itu ada ketua sebelumnya yang bernama Erik yang memutuskan untuk membantu Damar walaupun dia sudah tidak menjabat sebagai ketua lagi.

Setelah mencari lokasi, mereka menemukan suatu tempat yang di perkirakan akan cocok untuk menjadi tempat latihan sebelum melakukan perjalanan ke mahameru yang medannya cukup berat dan membutuhkan latihan yang sangat serius.


Mereka memilih suatu tempat yang tidak bisa disebutkan namanya untuk tempat latihan karena suhu disana sama dengan suhu di mahameru. Erik dan Damar melakukan perjalanan ke lokasi tersebut, setelah kurang lebih enam jam, mobil mereka sampai ke Pos jaga pertama. Namun, hal yang sangat aneh terjadi karena saat itu tidak ada yang menjaga Pos disana. Karena lokasi ini bukan jalur pendakian resmi jalur ini merupakan jalur yang biasa dikunjungi oleh pengunjung, karena tempat ini merupakan salah satu tempat objek wisata yang terkenal di daerah tersebut.

Jika mengikuti prosedur, seharusnya Damar dan Erik melapor ke penjaga pos. Karena tidak ada seorang pun yang datang, mereka menunggu sampai berjam-jam. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan KTP dan menulis catatan di pos tersebut.

Awalnya Damar sempat ragu karena tidak ada kepastian penjaga pos akan datang akhirnya mereka meninggalkan KTP di pos 1 dan memberi catatan bahwa mereka sudah masuk ke lokasi.


Mereka masuk ke hutan dan pohon-pohon yang tinggi. Saat itu menunjukan pukul 20.00 tetapi langit sangat gelap dan keadaan yang sangat sunyi tidak terdengar suara apapun. Seketika Erik mengatakan bahwa “ kata mbah ku jika sepi begini biasanya ada hantunya” Namun Damar langsung mengingatkan Erik ketika berbicara harus hati-hati apalagi ditempat yang seperti ini.

Saat mereka sedang menyusuri hutan, tiba-tiba Damar mendengar suara ayam. Tetapi yang menjadi hal aneh adalah Erik tidak mendengar suara apapun. Damar mulai cemas dan merinding karena kata orang pencinta alam jika ketika berada di hutan mendengar suara ayam itu pertanda tidak baik.

Tiba-tiba Damar mengatakan dia ingin buang air kecil. Tidak lama kemudian tercium aroma bunga kemboja yang sangat menyengat. Erik melihat ada sosok di balik pepohonan yang tadinya Erik ingin memanggil Damar tetapi, posisi Damar cukup jauh dari Erik.

Karena penasaran Erik mencoba melihat sosok apa yang di balik pohon itu. Erik melihat sosok yang tinggi dan berdiri di bawah pohon dengan kain putih. Warna putih saat itu dilihat sangat kontras karena keadaan yang cukup gelap. Sosok itu merupakan sosok kuntilanak.

Tetapi hantu itu hanya diam dan hanya menatap Erik. Kemudian Erik berpaling dan menyusul Damar. Erik sebenarnya sangat takut tetapi karena sudah menjadi anak alam yang sudah bertahun-tahun, hal seperti ini sudah sering dia dengar.

Saat bertemu dengan Damar, Erik hanya diam dan tidak menceritkan hal yang dia lihat tadi. Akhirnya mereka sampai di tanah yang cukup lapang dan disana mereka sudah dekat dengan pos kedua.

Damar yang menyadari bahwa dari tadi Erik hanya diam saja, langsung bertanya kepada Erik ada apa? Dan Erik pun menceritakan hal yang dilihatnya tadi sosok kuntilanak.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya, mereka berjalan cukup lama berjam-jam tetapi mereka tidak kunjung sampai di pos yang kedua. Sampai mereka merasa sudah kelelahan dan berpikiran untuk membangun tenda disitu.

Baca juga: Warna Accessories dan Busana yang Cocok Bagi Wanita yang Memiliki Kulit Eksotis

Baca juga: Resep Makanan : Cara Membuat Bebek Goreng yang Empuk dan Lezat

Lalu, tiba-tiba terdengar banyak suara kaki berjalan dan suara gamelan dari kejauhan. Mereka mengikuti suara itu dan melihat orang-orang yang berjalan secara berjejeran. Orang-orang tersebut sedang memanggul keranda jenazah yang ditutupi oleh kain dan bunga melati. Hal pertaman yang terlintas oleh mereka adalah untuk apa orang-orang menguburkan jenazah malam ini? Dan apakah ada orang menguburkan jenazah di hutan ini?

Mereka akhirnya hanya memperhatikan orang-orang yang menguburkan jenazah tersebut yang sudah dikafani dan akhirnya mereka pergi. Hal aneh lain adalah mimik wajah orang-orang yang menguburkan jenazah itu terlihat bahagia.

Tiba-tiba Damar mengeluhkan kalau selangkangannya sakit hal itu dirasakan setelah dia buang air kecil. Saat itu Damar sangat pucat dan sudah tidak sanggup berjalan lagi dan dia bersandar disebuah pohon. Sementara Erik berusaha menyusul orang-orang tadi yang dia lihat untuk meminta bantuan. Ketika Erik berusaha menyusul orang-orang itu, Erik tidak bisa menyusul karena orang-orang itu sangat cepat menghilang.

Saat itu Erik melihat Damar yang sedang berbicara dengan seorang nenek yang mengaku sebagai salah satu warga disana. Dan nenek itu menjelaskan bahwa, kondisi Damar yang seperti itu karena sudah buang air kecil tidak permisi. Lalu nenek itu menawarkan untuk datang ke rumahnya karena dia bisa untuk menyembuhkan Damar.

Karena situasi yang cukup sulit akhirnya mereka berdua mau mengikuti nenek tersebut. Mereka akhirnya sampai di desa tersebut yang rumah warganya hanya sekitar 13 rumah. Mereka pun masuk ke rumah nenek itu yang merupakan rumah gubuk di desa terpencil.

Nenek yang di panggil dengan sebutan Mbah Dok ini memberikan Damar sebuah minuman yang berasal dari kendi. Mbah Dok juga mengingatkan mereka untuk tinggal dirumahnya dan jangan keluar rumah karena sudah sangat larut malam dan bahaya.

Hari yang semakin malam Damar tertidur pulas dan sepertinya penyakitnya pun sudah mulai reda. Tetapi tiba-tiba Erik mendengar suara gamelan seperti yang dia dengar di dalam hutan. Kemudian Erik mendengar suara ketukan pintu dari luar dan Mbah Dok membuka pintunya. Erik melihat sosok anak yang berwajah pucat yang berbicara berbisik kepada Mbah Dok.

Setelah berbicara dengan anak kecil itu, Mbah Dok yang saat itu ingin mengambil bajunya untuk pergi.  Melihat hal itu Erik bertanya kepada Mbah Dok kemana ia akan pergi? Mbah Dok balik bertanya, Mau ikut? Karena rasa penasaran Erik pun mengikuti Mbah Dok.

Mereka pun sampai ke tempat proses pemakaman, yang dipimpin oleh Mbah Dok. Dan hal anehnya, mimik wajah orang-orang disana terlihat bahagia. Hal menyeramkan adalah jenazah yang akan di kuburkan itu adalah sosok anak kecil berwajah pucat yang mengetuk pintu Mbah Dok tadi. Erik sontak terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Baca juga: Resep Makanan : Cara Membuat Lobster Saus Buttemilk dengan Bumbu Rempah-rempah

Baca juga: Resep Makanan : Cara Membuat Dessert Biskuit Oreo yang Sangat Lezat

Baca juga: Andy Rubin Sang Pencipta System Operasi Android

Sementara itu, Damar yang tertidur pulas terbangun dan melihat tidak ada siapa pun. Damar pun melihat sebuah kotak kayu yang didalamnya ada sebuah kain kafan yang telah diikat. Damar sontak terkejut melihat kain kafan itu dan langsung meletakkannya kembali. Seketika Damar balik badan dan tiba-tiba melihat sosok pocong yang berdiri di depannya. Hal yang sangat menyeramkan ketika Pocong mengatakan “Lepas talinya, lepas talinya”

Tiba-tiba pintu rumah terbuka dan Mbah Dok yang melihat hal tersebut langsung mengusir pocong tersebut dan memarahi Damar.

Erik yang mulai berpikir akan meninggalkan desa ini karena banyak hal aneh bermunculan, Erik dan Damar pun sepakat bahwa banyak hal rahasia yang terjadi di desa ini. Ketika sedang berbicara dengan Damar, Erik melihat Mbah Dok mengintip di balik jendela dan dia memutuskan untuk pergi.



Editor: Razali
    Bagikan  

Berita Terkait