Hati-hati Dengan Modus Penipuan Menjadi Petugas PLN di Pangandaran

Kriminal —Kamis, 16 Sep 2021 13:34
    Bagikan  
Hati-hati Dengan Modus Penipuan Menjadi Petugas PLN  di Pangandaran
Hati-hati Dengan Modus Penipuan Menjadi Petugas PLN di Pangandaran/Pinterest

PANGANDARAN, DEPOSTBORNEO

Sebagian besar warga Kabupaten Pangandaran kini dibuat resah dengan banyaknya pelaku kejahatan dengan modus baru yakni mengaku sebagai petugas PLN. Para pelaku menjalankan aksinya dengan alasan akan mengecek jaringan dan KWH dari para pelanggan listrik yang tersebar di seluruh wilayah Pangandaran.

Seperti yang menimpa kepada Tarsih (65) salah satu warga blok Karangwangkal Rt 32/08 Dusun Sukajadi, Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Sabtu (05/06/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Rumah Tarsih disatroni oleh dua orang pelaku yang mengaku petugas dari PLN, ciri-ciri pelaku berbadan besar tinggi berpakaian rapi menggunakan kendaraan Yamaha Nmax warna Hitam.

Tarsih menjelaskan, dua orang pelaku saat datang kerumah mengaku dari PLN dan akan melakukan pemeriksaan jaringan listrik dirumahnya. Setelah itu, dia juga bertanya berapa paket KWH miliknya, kemudian salah satu pelaku mengajak masuk kedalam rumah dan yang satunya lagi menunggu diluar rumah.

"Setelah itu, kata pelaku yang mengecek listrik bilang katanya ada jalur yang konslet di ruang dapur," ujarnya kepada DEPOSTPANGANDARAN, Minggu (06/06/2021).

Baca juga: Tahukah Anda? Bau-bauan Kemenyan Dan Anyir Darah Menandakan Adanya Mahluk Halus

Baca juga: Austalia Resmi Tiadakan Jadwal MotoGP di Tahun 2021

Pada saat pengecekan, kata dia, si pelaku sempat bertanya keberadaan penghuni rumah, berapa orang yang tinggal, suami lagi kemana dan juga menanyakan orang yang sedang tidur.

"Saya pun menjawab, itu yang lagi tidur cucu, kalau suami lagi pergi kesawah, mungkin dia bertanya seperti itu supaya mereka merasa aman jika melakukan kejahatan," duganya.

Tarsih mengaku, dirinya sempat ragu dengan kedua orang tersebut yang mengaku sebagai petugas dari PLN, bahkan saya sempat menanyakan petugas PLN yang biasa mengontrol KWH kerumahnya itu.

"Mereka bilang bahwa petugas yang biasanya meninggal dan mereka sebagai gantinya, ya namanya juga di kampung jadi saya percaya saja dan tak punya pikiran bahwa mereka berdua akan berniat jahat," ungkap Tarsih.

Akibat kejadian tersebut, sambung dia, dua orang pelaku yang mengaku petugas PLN itu berhasil menggondol dua buah handphone merek OPPO.

"Kalau di uangkan, harga dua buah Handphone itu sekitar RP 5 jutaan, handphone yang gondol pelaku merupakan milik saya dan cucu saya," terangnya.

Sementara itum Kadus Sukajadi Yosi Hendra Permana menyebutkan, dengan adanya kejadian seperti ini kedepannya akan menjadi bahan evaluasi bagi warga untuk lebih berhati-hati lagi bila mana kedatangan orang asing yang tidak di kenal terlebih orang yang mengaku sebagai petugas PLN.

"Kita akan sosialisasikan kepada masyarakat agar lebih waspada kedepannya, apa lagi di jaman sekarang serba sulit kemungkinan orang akan nekat untuk melakukan berbagai macam kejahatan untuk mendapatkan uang," katanya.

Yosi mengatakan, kedepan bila mana ada orang yang kita curigai, semacam kejadian ini segera lapor kepada saudara terdekat, tetangga bahkan bisa langsung kepihak Desa, agar tidak terulang kejadian.

"Sekarang pelaku penipuan banyak menggunakan modus baru untuk bisa melancarkan aksi jahatnya, bahkan di Desa lain pun sudah banyak yang jadi korban kejahatan dengan modus mengaku petugas PLN," tuturnya.

Diharapkan, pihak PLN segera mengambil tindakan agar kepercayaan masyarakat tidak pudar terhadap petugas PLN yang benar-benar asli.

"Kalau kejadian seperti ini terus berulang, pastinya masyarakat nantinya tidak akan percaya sama petugas yang asli dari PLN, jadi pihak PLN harus cepat mengambil tindakan," pungkasnya. (Iqbal)


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait