Asal Mula Nama Borneo di Pulau Kalimantan

Pendidikan —Senin, 2 Aug 2021 10:49
    Bagikan  
Asal Mula Nama Borneo di Pulau Kalimantan
Asal Mula Nama Borneo di Pulau Kalimantan /pinterest

BORNEO, DEPOSTBORNEO

Jika di tanya pulau terbesar di Indonesia? sudah pasti anda tau jawabannya adalah pulau Kalimantan, Bukan cuma di Indonesia lho'. Kalimantan juga merupakan pulau terbesar ketiga di dunia.

Pulau yang terbagi menjadi tiga propinsi dan merupakan pulau yang di lalui garis katulistiwa. terletak di sebelah utara Pulau Jawa, dan di sebelah barat Pulau Sulawesi.

Baca juga: Mengeksplor Keindahan Alam Borneo Dengan Segala Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alamnya yang Melimpah Ruah

Baca juga: Kabar Gembira! Bantuan Rp 600 Ribu untuk Pekerja Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Besok Cair


Selain itu Pulau Kalimantan dibagi menjadi tiga wilayah Negara diantaranya.

wilayah Indonesia (73%), Malaysia (26%), dan Brunei (1%). Pulau Kalimantan terkenal dengan julukan "Pulau Seribu Sungai" karena banyaknya sungai yang mengalir di pulau ini.

Letak Pulau Kalimantan berada di tengah-tengah Asia Tenggara, membuat pulau ini banyak mendapat pengaruh budaya dan politik dari pulau-pulau sekitarnya.

Baca juga: Ditinggal Istri Menikah Lagi, Pengemudi Ojol Ini Terpaksa Bawa Anak Balitanya saat Bekerja

Baca juga: Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Perempuan di Pondok Aren, Keterangan Saksi dan Polisi

Nama Kalimantan yang biasa digunakan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia disebut berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Kalamanthana. Kata-kata ini memiliki arti sebagai pulau yang memiliki hawa panas. Nama Kalimantan ini secara resmi digunakan oleh negara untuk memberi nama ke pulau ini karena akar katanya yang tidak berasal dari penjajah Eropa.

sedangkan ada juga yang berpendapat Kalimantan adalah nama yang digunakan oleh penduduk bagian timur pulau ini yang sekarang termasuk wilayah Indonesia.

Baca juga: Mengeksplor Keindahan Alam Borneo Dengan Segala Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alamnya yang Melimpah Ruah

Baca juga: Kabar Gembira! Bantuan Rp 600 Ribu untuk Pekerja Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Besok Cair

Borneo sendiri berasal dari nama kesultanan Brunei adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda untuk menyebut pulau ini secara keseluruhan. sedangkan Kalimantan adalah nama yang digunakan oleh penduduk bagian timur pulau ini yang sekarang termasuk wilayah Indonesia.

Namun terdapat pendapat lain yang menyatakan bahwa nama Borneo berasal dari nama salah satu pohon yang banyak tumbuh di wilayah tersebut pada abad ke-15. Pohon ini bernama Borneol atau pada nama latinnya dikenal sebagai pohon Dryobalanops camphora. Pemberian nama Borneo ini berasal dari bangsa Eropa yang ketika itu banyak menemukan pohon tersebut di wilayah indonesia

Gambar peta Kaimantan/Pinterest

Baca juga: Kabar Gembira! Bantuan Rp 600 Ribu untuk Pekerja Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Besok Cair

Baca juga: Ditinggal Istri Menikah Lagi, Pengemudi Ojol Ini Terpaksa Bawa Anak Balitanya saat Bekerja

Sekitar tahun 400 pulau Kalimantan telah memasuki zaman sejarah dengan ditemukan prasasti Yupa peninggalan Kerajaan Kutai tetapi perkembangan kemajuan peradaban relatif lebih lambat dibandingkan pulau lain karena kendala geografis dan penduduk yang sedikit.

Dan ternyata pulau Kalimantan dahulu juga terbagi menjadi 3 wilayah kerajaan besar: Brunei, Sukadana/Tanjungpura dan Banjarmasin. Tanjung Dato adalah batas wilayah Brunei dengan Sukadana/Tanjungpura, sedangkan Tanjung Sambar batas wilayah Sukadana/Tanjungpura dengan wilayah Banjarmasin.

Baca juga: Ditinggal Istri Menikah Lagi, Pengemudi Ojol Ini Terpaksa Bawa Anak Balitanya saat Bekerja

Baca juga: Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Perempuan di Pondok Aren, Keterangan Saksi dan Polisi

Sebelum tahun 1900, Kalimantan terdiri atas beberapa negara swapraja, kemudian negara Tayan dan Meliau dibentuk 1909, Pinoh tahun 1913 dan Semitau 1916.

Nama Kalimantan kembali mulai populer pada sekitar tahun 1940-an. pada tahun 1936 ditetapkan Ordonantie pembentukan Gouvernementen Sumatra, Borneo en de Groote-Oost.

Borneo Barat menjadi daerah Karesidenan dan sebagai Gouvernementen Sumatra, Borneo en de Groote-Oost yang pusat pemerintahannya adalah Banjarmasin.

Baca juga: Ditinggal Istri Menikah Lagi, Pengemudi Ojol Ini Terpaksa Bawa Anak Balitanya saat Bekerja

Baca juga: Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Perempuan di Pondok Aren, Keterangan Saksi dan Polisi

Dalam arti luas "Kalimantan" meliputi seluruh pulau yang juga disebut dengan Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indondikenal

Di zaman Hindia Belanda, Kalimantan dikenal sebagai Borneo (yang diambil dari kesultanan yang Brunei). Ini tidak berarti nama Kalimantan tidak dikenal.

Dalam surat-surat Pangeran Tamjidillah dari Kerajaan Banjar pada tahun 1857 kepada pihak Residen Belanda di Banjarmasin ia menyebutkan pulau Kalimantan, tidak pulau Borneo.

Baca juga: Kabar Gembira! Bantuan Rp 600 Ribu untuk Pekerja Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Besok Cair

Baca juga: Ditinggal Istri Menikah Lagi, Pengemudi Ojol Ini Terpaksa Bawa Anak Balitanya saat Bekerja

Ini menunjukkan bahwa di kalangan penduduk, nama Kalimantan lebih dikenal daripada nama Borneo yang dipakai dalam administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Pada masa Republik Indonesia Serikat, Kalimantan menjadi beberapa satuan-kenegaraan yaitu: Daerah Istimewa Kalimantan Barat dengan ibu kota Pontianak, Federasi Kalimantan Timur dengan ibu kota Samarinda, Dayak Besar dengan ibu kota sementara Banjarmasin, Daerah Banjar dengan ibu kota Banjarmasin, Federasi Kalimantan Tenggara dengan ibu kota Kotabaru.

Jadi kesimpulannya nama borneo sendiri sudah ada sejak zaman hindia belanda dan kini mulai populer lagi menjadi julukan untuk pulau Kalimantan. (NN)


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait