Internet Of Things (IoT) Perkembangan Teknologi Digital Yang Menjadi Serba Otomatis

Pendidikan —Jumat, 6 Aug 2021 16:21
    Bagikan  
Internet Of Things (IoT) Perkembangan Teknologi Digital Yang Menjadi Serba Otomatis
Internet Of Things (IoT) Perkembangan Teknologi Digital Yang Menjadi Serba Otomatis - Pinterest

BORNEO, DEPOSTBORNEO

Seiring dengan perkembangan teknologi zaman sekarang khususnya dibidang teknologi komunikasi yang sangat modern. Pada saat ini internet menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari hari untuk semua kalangan masyarakat tanpa melihat status sosial dari masyarakat itu sendiri. Untuk sekarang ini, penggunaan internet oleh masyarakat sangat meningkat dan hampir dibutuhkan sampai 24 jam.

 

Semakin banyaknya perangkat yang bisa terkoneksi dengan internet baik itu alat elektronik maupun alat komputer serta Handphone. Dengan kemajuan teknologi, munculah sebuah inovasi dimana semua alat teknologi tersebut dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui internet agar lebih efisien dan menghemat waktu. Inovasi tersebut dinamakan Internet of Things atau biasa disebut IoT. 

Baca juga: Resep dan Cara Membuat Nasi Tim Ayam Yang Gurih Dan Lembut, Spesial Rasanya Lezat dan Menyenangkan

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 6 Agustus 2021, Leo Berpura-pura Baik Hari Ini


Dengan kemajuan teknologi yang serba canggih, maka diciptakan Internet of things (IoT). IoT merupakan Suatu sistem perkembangan teknologi yang dapat digabungkan atau diintegrasikan dengan jaringan local maupun global.

Sehingga dengan adanya sistem IoT di zaman dan peradaban manusia yang terus berkembang menuntut kebutuhan alat bantu yang bisa lebih cerdas (smart) dan otomatis (automation) membuat pekerjaan yang dikerjakan manusia lebih mudah dan cepat.

IoT ini banyak diperbincangkan oleh warga net khususnya yang menekuni bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Semenjak adanya revolusi industry 4.0 istilah Internet Of Things (IoT) muncul diantara kehidupan manusia yang sangat erat dengan internet. Revolusi industry ini dikenal sebagai IoT, alat yang kecil dan bisa mengendalikan sesuatu menggunakan internet.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Horor Di Indonesia Yang Populer, Nomer 3 Bikin Merinding

Baca juga: Ini Dia 5 Aplikasi Bantuan Untuk Kamu Yang Akan Pergi Liburan Ke Luar Negeri

Baca juga: Mengenal Leonard Kleinrock, Sang Penemu Internet Dan Sejarahnya

Pada tahun 1990, John Ramkey bersama temannya Simon Hackett menciptakan sebuah perangkat otomatis dari pemanggang roti yang terhubung dengan jaringan TCP/IP, dengan dikendalikan Basis Informasi Manajemen Protokol Manajemen Jaringan Sederhana (SNMP MIB), yang memiliki satu pengontrol untuk menyalakan daya dan kegelapan roti panggang dikendalikan oleh berapa lama daya disimpan. Namun manusia tetap harus memasukan roti ke dalam pemanggang.

Pada 1999 perkembangan perangkat ini dikembangkan  dengan menambahkan interop  yang merupakan  robot derek kecil  yang juga dapat dikendalikan melalui internet, yang memungkinkan mengambil roti dan menjatuhkan ke dalam perangkat tersebut, sehingga dapat membuat otomatisasi mesin dari end to end.

Seperti pada tahun 2000, perusahan elektronik LG mengumumkan sebuah rencana untuk menciptakan kulkas pintar. Kulkas pintar ini bisa menentukan sendiri apakah bisa atau tidak makanan yang tersimpan di dalamnya diisi ulang.

Pada tahun 2003 RFID mulai ditempatkan pada tingkat besar besaran di militer AS di Program Savi mereka. Pada tahun yang sama melihat raksasa ritel Walmart untuk menyebarkan RFID di semua toko toko di seluruh dunia untuk lebih besar batas.

Baca juga: Resep Iga Bakar Ala Restoran Yang Mudah Dibuat Di Rumah

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 5 Agustus 2021, Taurus Pemikir Yang Tak Ada Habisnya

Pada tahun 2005 arus publikasi utama seperti The Guardian, Amerika ilmiah dan Boston Globe mengutip banyak artikel tentang IOT.

Pada tahun 2008 sekelompok perusahaan meluncurkan IPSO Alliance untuk mempromosikan penggunaan Internet Protocol (IP) dalam jaringan dari “Smart object” dan untuk mengaktifkan Internet of Things.

Pada tahun 2008 FCC menyetujui penggunaan “white space spectrum”. Penggunaan tersebut memicu peluncuran IPv6 di tahun 2011. Hingga pertumbuhan Internet Of Things semakin besar. Kemudian perusahaan raksasa seperti Cisco, IBM, Ericsson melakukan banyak penerapan di bidang pendidikan dan komersial./put

Baca juga: Sebanyak 17 Tenaga Medis di Puskesmas Jayapura Utara Terkonfirmasi Positif Virus Corona, Pelayanan Kesehatan Akan Pindah Tempat

Baca juga: Ditinggal Istri Menikah Lagi, Pengemudi Ojol Ini Terpaksa Bawa Anak Balitanya saat Bekerja

 

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait