Sketsa Rasa, Sajak-sajak Waktu

Pendidikan —Sabtu, 7 Aug 2021 10:36
    Bagikan  
Sketsa Rasa, Sajak-sajak Waktu
Sketsa Rasa, Sajak-sajak Waktu

BORNEO, DEPOSTBORNEO

Oleh: Amir Machmud NS 

 

SAJAK SORE

demi waktu. Puisiku memecah senyap

menyulam makna. Merembang sukma yang sadar terjaga

memintal jiwa. Mengirim cahaya yang memintas tiba

kata pun mengiris senja

 

demi waktu. Merpati mengirim pesan sempurna

memantulkan bahasa. Dalam pendar-pendar diksi

menyatukan narasi

 

Baca juga: Mengenal Ciri-ciri Pemrograman Berorientasi Objek Untuk Kamu Yang Baru Belajar

Baca juga: Resep Dan Cara Membuat Pecel Lele yang Renyah , Resep Ala Rumahan

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 7 Agustus 2021, Cancer Sedang Merasa Gelisah

demi waktu. Ungkapan pun kutera pada tiap lipatan rasa

tanpa waktu bercelah sisa. Kata, kata, dan kata

mengeram kuat dalam jiwa.

(2018)

 

 SAJAK MALAM

 

dalam pekat derai waktu

yang meronta meminta. Dalam kabut sunyi

jiwa bergerak hilang ke mana. Rasa tak mampu menghentikannya

 

datanglah, dan aku meminta cercah terang

memberi keberanian memutuskan

dengan sepahit pilihan. Pasti mengguncang

ruang pun memintal hari-hari

menjadi satuan takdir

yang niscaya tak siap kujalani.

 

Baca juga: Internet Of Things (IoT) Perkembangan Teknologi Digital Yang Menjadi Serba Otomatis

Baca juga: Resep dan Cara Membuat Nasi Tim Ayam Yang Gurih Dan Lembut, Spesial Rasanya Lezat dan Menyenangkan

hamparan samar mengeram. Ada apa di depan?

malam enggan menjelaskan

begitu panjang

begitu kelam

begitu kusam

mimpi pun enggan datang

kau buang ke mana arah nasib. Atau aku yang menyia-nyiakan?

 

syairku menghirup malam

ia menyeruput hitam. Menggeliat muram

masihkah rasa menjaganya

gulita biarlah menyergap

mencari sendiri celah pelita

dan aku tak menahannya.

(2018)

 

FAJAR SIDIK

 

kabut tipis mengirim basah

di kulit yang meremang

azan menjulang ke langit cahaya

suluk tarhim menyulam masjid tua

menyempurnakan fajar tiba.

(2018)

  

SAJAK SUBUH

 

kuhirup uap tanah dari simpuh sajadah

beranjak ke marwah

di pagi yang merekah.

(2018)

   

SAJAK PAGI

 

jingga timur mendahului. Ucapkanlah selamat pagi

mimpi masih mengejar bersama sejumput misteri

yang larut di endapan kopi.

(2018)

 

SAJAK ZUHUR

 

kuteguk zikir ringkas. Kugugat jauh jarak

kupinta malaikat memperpendek waktu

agar doaku segera sampai ke haribaan-Mu.

(2018)

 

 

 

SAJAK ASHAR

 

silau di tengadahku

saat telapak mengembang ayat

aku malu hanya meminta

dari zuhur tak banyak menuang manfaat.

(2018)

 

 

 

SAJAK MAGRIB

 

pada syahdu petang

gerimis datang

rinai tipis sembahyang

di surau yang merembang.

(2018)

 

SAJAK ISYAK

 

azan meluap di segara cinta

panjangkan semesta syair pujian

malam ini untukmu

: kita bersetubuh dan bersehati.

(2020)

 

Baca juga: Mengenal Leonard Kleinrock, Sang Penemu Internet Dan Sejarahnya

Baca juga: Resep Iga Bakar Ala Restoran Yang Mudah Dibuat Di Rumah

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 5 Agustus 2021, Taurus Pemikir Yang Tak Ada Habisnya

Editor: Putri
    Bagikan  

Berita Terkait