Sketsa Rasa, Perihal Aku dan Ketiadaan

Pendidikan —Minggu, 22 Aug 2021 16:16
    Bagikan  
Sketsa Rasa, Perihal Aku dan Ketiadaan
Sketsa Rasa, Perihal Aku dan Ketiadaan

BORNEO, DEPOSTBORNEO

CAHAYA YANG MENYIRAM

tentu tak secara tiba-tiba cahaya itu mengurung rongga hidupku. Siapa yang mampu menelusupkan sinar dari celah yang aku sendiri pun tak menemukannya?

aku takkan mengurainya. Biarlah cahaya itu menjadi seperti ruap matahari pagi yang menyiramkan energi hangat tubuh dan menyegarkan angan

dalam terangnya kutemukan rasa. Dalam rasa kucecap kehangatan. Takkan kusoal dari mana ia tiba. Kudapatkan rekah nikmat pori-pori yang kini memancar menjadi kiblat pikiran, pelan-pelan meninggalkan kusam masa lalu

di depan, kuyakin cahaya itu makin menyiramkan makna.
(2021)

Baca juga: Drama Korea Nevertheless Episode 10 End Sub Indo 21+, meski Aku Tahu Akan Terluka

Baca juga: Menguak Mitos Bunga Wijaya Kusuma, Ratu Malam Kesayangan Ratu Pantai Selatan

Baca juga: Ramalan Zodiak Minggu 22 Agustus 2021, Sagitarius Berusaha, Leo Pantang Menyerah

Baca juga: Streaming Ikatan Cinta Malam Ini, Tak Jera Nino Lakukan Segala Cara untuk Rebut Reyna

Baca juga: Drakor The Penthouse Season 3 Episode 11 Sub Indo, Terbongkarnya Kejahatan Seo Jin


SUNGAI ITU SEPERTI DIRIKU

sungai itu seperti hidupku. Gemericik airnya sabar menghalau waktu yang pernah bergemuruh. Kini betapa dia mengalun tenang sebening itu

pernah dia meriuh hiruk pikuk. Mengempas banjir menyingkirkan bebatu dan ranting-ranting lepas bersilangan. Warnanya keruh kuning kecokelatan seperti jiwa yang meronta

sungai itu seperti diriku. Kulihat pada titik tenang dan pada amuk air. Tapi kucoba menjadi gemericik bening. Tapi kubertahan agar tak lagi membawa warna keruh kuning itu.
(2021)

Baca juga: Ramalan Zodiak Minggu 22 Agustus 2021, Sagitarius Berusaha, Leo Pantang Menyerah

Baca juga: Streaming Ikatan Cinta Malam Ini, Tak Jera Nino Lakukan Segala Cara untuk Rebut Reyna

WAKTU, DALAM KETIADAAN

kehadirannya adalah ketiadaan. Begitulah waktu berhenti di simpul makna. Tapi ia pergi lagi. Lalu pergi, lalu pergi

tak lagi bisa kueja. Sia-sia puisi menerjemahkan. Malam sudah terlalu dalam menyurukkan entah ke bibir mimpi atau ke sesingkap kesadaran. Ia hanya menjadi ketiadaan

tapi bisa kurasakan muramnya. Waktu tak juga meninggalkan kesia-siaan. Kadang
ia memberi jeda perjalanan. Bukan sama sekali berhenti

: apakah nasib sudah memastikan
atau takdir telah menggariskan?
(2021)

Baca juga: Ramalan Zodiak Minggu 22 Agustus 2021, Sagitarius Berusaha, Leo Pantang Menyerah

Baca juga: Streaming Ikatan Cinta Malam Ini, Tak Jera Nino Lakukan Segala Cara untuk Rebut Reyna


-- Amir Machmud NS, wartawan senior, dosen, dan penulis buku. Dia telah menerbitkan 20 buku, tiga di antaranya antologi puisi: Tembang Kegelisahan (2020), Percakapan dengan Candi (2021), dan Kematian, Setiap Kali (2021).


Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait