Penjelasan Tentang Merasa Tiba-tiba Terpancing Emosi Dari Sifat Kita

Pendidikan —Selasa, 28 Sep 2021 13:51
    Bagikan  
Penjelasan Tentang Merasa Tiba-tiba Terpancing Emosi Dari Sifat Kita
Penjelasan Tentang Merasa Tiba-tiba Terpancing Emosi Dari Sifat Kita/Pinterest

Depostborneo


Marah sebenarnya adalah emosi yang normal, sama halnya seperti menangis atau tertawa. Namun, bila kamu mudah sekali marah, bahkan tanpa sebab, kondisi ini tidak hanya dapat berdampak buruk bagi orang-orang di sekitar kamu, tetapi marah tanpa sebab juga bisa menjadi pertanda dari kondisi kesehatan tertentu.

Tingkat emosi tiap orang memang berbeda-beda. Ada orang yang bisa mengendalikan emosinya dengan baik, tetapi ada juga orang yang gampang marah atau tersulut emosinya.

Baca juga: Resep Makanan Sehat : Nasi Goreng Oat Meal Rendah Kalori

Baca juga: Resep Minuman : Cara Membuat Coklat Dingin Manis dan Nikmat

Seseorang marah biasanya disebabkan oleh berbagai hal, misalnya karena tersinggung, merasa tidak adil, kecewa, dan sebagainya. Namun, beberapa kondisi kesehatan tertentu kadang-kadang bisa memicu seseorang untuk marah walaupun tidak ada penyebabnya.


Faktor pemicu marah tanpa sebab
Sebenarnya tidak bisa dibilang benar-benar tanpa sebab. Kemarahan yang terjadi bisa muncul karena berbagai alasan yang berbeda. Berikut faktor yang bisa menyebabkan marah muncul tiba-tiba:



1. Stres
Salah satu pemicu terbesar yang dialami oleh kebanyakan orang adalah memuncaknya kadar stres dalam tubuh. Stres dan kecemasan yang berlebihan akan memengaruhi kesehatan tubuh dan juga mood. Jika tidak diatasi, Anda bisa mengalami perubahan suasana hati dengan drastis.


2. Sindrom Pramenstruasi
Sindrom pramenstruasi atau PMS biasanya muncul pada satu atau dua minggu sebelum periode menstruasi. Gejala yang sering muncul adalah perubahan suasana hati diikuti perubahan nafsu makan dan kelelahan. Gejala yang muncul mungkin berbeda pada setiap orang dan juga pada setiap siklusnya. Hal ini bisa terjadi lantaran adanya perubahan hormon estrogen yang naik atau turun secara drastis.


3. Hormon yang tidak seimbang

Ketidakseimbangan hormon tiroid juga bisa menyebabkan perubahan suasana hati yang tidak bisa diprediksi. Kondisi ini sering disebut juga dengan hipotiroidisme atau kondisi saat kelenjar tiroid tidak bisa menghasilkan jumlah yang cukup. Jika ini terjadi, gejala yang paling sering muncul adalah gelisah dan marah tanpa sebab.


4. Kurang tidur
Mengalami masalah tidur sebenarnya seperti menyimpan “bom waktu” yang akan meledak kapan pun. Masalah tidur yang sering dialami oleh banyak orang adalah kurangnya waktu tidur per hari. Menurut sebuah studi, orang dewasa berusia 18—60 tahun setidaknya membutuhkan waktu tidur selama 7 jam setiap malamnya.
Tidak jarang orang dewasa mengurangi waktu tidurnya lantaran melakukan lebih banyak pekerjaan. Alasan inilah yang membuat Anda tiba-tiba marah tanpa sebab pada keesokan harinya. Hal ini disebabkan Anda menjadi sulit untuk mengontrol emosi karena tubuh merasa sangat lelah.

5. Merasa kurang diperhatikan

Banyak orang yang tidak sadar sudah memiliki gangguan merasa kurang diperhatikan. Hal ini sudah dimulai sejak masa kecil yang ditandai oleh hiperaktif atau impulsif. Selain mudah marah, gangguan ini bisa menimbulkan kegelisahan yang berlebih, masalah fokus, hingga keterampilan mengatur waktu.

6. Gangguan Bipolar


Bipolar merupakan gangguan otak yang menyebabkan perubahan suasana hati yang mendadak secara dramatis. Sebagian orang yang mengalami gangguan bipolar ini memiliki kecenderungan mudah marah. Mereka pun merasa senang berlebihan, lalu mendadak gelisah. Tidak jarang juga, banyak dari penderita bipolar melakukan hal-hal tanpa pertimbangan panjang.


Cara mengatasi marah tanpa sebab

Marah yang datang mungkin tidak bisa Anda kontrol, tapi tetap ada cara untuk meredakannya saat hal itu datang. Berikut cara mengatasi marah yang bisa Anda lakukan:

Saat emosi yang muncul tiba-tiba dan tanpa sebab ini sudah mulai mengganggu aktivitas harian, segeralah mencari pertolongan kepada dokter spesialis. Dengan begitu, Anda bisa meminimalkan risiko hubungan sosial yang buruk dengan keluarga, teman, atau rekan kerja.


Editor: Razali
    Bagikan  

Berita Terkait