Sejarah TNI dan Bertempatan HUT TNI pada Tanggal 5 Oktober

Pendidikan —Selasa, 5 Oct 2021 14:48
    Bagikan  
Sejarah TNI dan Bertempatan HUT TNI pada Tanggal 5 Oktober
Sejarah TNI dan Bertempatan HUT TNI pada Tanggal 5 Oktober/Pinterest

Depostborneo


TNI lahir bersama rakyat di masa perjuangan melawan penjajah Belanda. Dikala itu membentuk organisasi Badan Keamanan Rakyat (BKR) sebagai bagian dari badan penolong keluarga koran perang (BPKKP) pada 22 Agustus !945.

Dalam BKR terdapat para pemuda yang sebelumnya bergabung dalam pasukan PETA, Heiho, Kaigun, dan lainya. Mereka bekerja sementara waktu dalam wadah BKR dan dipersiapkan menjadi prajurit negara di waktu mendatang, lau masa untuk membentuk angkatan perang akhirnya tiba.

Baca juga: Cerita Horror : Mistis tentang Bulu Perindu yang Berasal dari Siluman Mariaban

Baca juga: Cerita Horror : Mitos Alat musik Tradisional Gamelan Ringkuh yang sering Mencari Tumbal

Pada 5 oktober 1945, pemerintah Indonesia membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai respon kedatangan Inggris ke Indonesia setelah menyerahnya Jepang pada sekutu tanpa syarat. Kedatangan tentara Inggris tersebut dimamfaatkan Belanda sebagai pintu untuk kembali menjajah Indonesia pada tanggal 6 Oktober 1945, Presiden Soekarno mengangkat Supriyadi yang merupakan tokoh PETA untuk menduduki jabatan Meteri Keamanan Rakyat dan Pemimpin Tertinggi TKR.

Pembentukan TKR ini menjadi cikal bakal TNI saat ini. TKR menjadi angkatan perang dalam pembentukan tentara kebangsaan pada pemerintahan Soekarno Hatta. Oleh sebab itu, setiap 5 oktober diperingati sebagai Hari TNI.

TKR terus berbenah agar menjadi angkatan perang meumpunui dan dalam usaha memperbaikik susunan untuk memenuhi kesesuaian dangan dasar militer internasional, nama TKR berganti menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Selanjutnya, TRI dan badan-badan perjuangan rakyat berjalan beriringan. Mereka bertempur ndan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Antara TRI dan badan-badan perjuangan rakyat kemudian disatukan dalam wadah Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang disahkan pada 3 Juni 1947.

TNI memiliki peran penting selama perang Kemerdekaan (1946- 1949). Mengutip TNI, meski saat itu TNI lahir sebagai kekuatan yang masih baru namun mampu mengetasi ancaman yang mengancam Negara baik dari sisi politik maupun militer dari dalam atau luar Negeri.

Baca juga: Danau Toba, Sumatra Utara

Baca juga: Gunung Bromo, Jawa Timur

Acaman di dalam negeri adalah acaman dari Partai Komunis Indonesia (PKI)  dan di luar negeri yaitu ancaman dari Belanda yaitu melakukan Agresi militer sampai dua kali.

Di tahun 1962 dibentuk Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang merupakan penggabungan dari organisasi angkatan perang dengan Kepolisian Negara.

Penyatuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisien dalam peran masing-masing melalui satu komando. Disamping itu keduanya lebih menutupi jalan untuk masuknya kepentingan kelompok politik tertentu.

Baca juga: Pesona Keindahan Wisata Taman laut Bunaken, Sulawesi Utara

Baca juga: Cerita Horror : Asal-usul Situ Patenggang Ciwidey, Jawa Barat

Pada tanggal 1 April 1999, TNI dan polri berpisah secara resmi. Nama ABRI dikembalikan lagi menjadi TNI. TNI menyandang tugas pokok bagi NKRI untuk menegakan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUd 1945, sertya melindungi bangsa tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan pada keutuhan Bangsa dan Negara.


Editor: Razali
    Bagikan  

Berita Terkait