Prinsip Pernikahan Adat Suku Desa Sade Mandalika, Seperti Apahkah Adat Pernikahanya?

Wisata —Jumat, 24 Sep 2021 13:27
    Bagikan  
Prinsip Pernikahan Adat Suku Desa Sade Mandalika, Seperti Apahkah Adat Pernikahanya?
Prinsip Pernikahan Adat Suku Desa Sade Mandalika, Seperti Apahkah Adat Pernikahanya?/Pinterest

Depostborneo


Di postingan sebelumnya tentu kita sudah mengenal bangunan adat masyarakat di Desa Sade dong ya. Coba di-refresh kembali nih Sobat. Jangan bilang sudah lupa yah. Iya lho, sudah. Misalnya nih, ada tiga jenis bangunan adat di sana yang mana dibagi berdasarkan pengelompokan atas peruntukan dan tujuan kegunaannya, seperti halnya ”bale bonter”, terus ada ”bale kodong”, dan ”bale tani”.

Baca juga: Apakah Kalian Tahu? Minum yang Sangat Berkhasiat dan Menyehatkan Untuk tubuh Kita, yuk Cari tahu Minuman Seperti Apa?

Baca juga: Cerita Seram Gunung Lawu Jawa Tengah, Mitos Tentang Pasar Hantu

Nah tambahan sedikit nih ya Sobat, bahwasanya selain alasan kegunaan dari ketiga bangunan adat di Desa Sade ini yang berbeda terus ada lagi lho sisi lain uniknya dari bangunan ini. Apa tuh, Min? Ayo coba tebak. Apa sisi unik itu? Material pembuatan bangunannya? Doa-doa pendirian bangunannya? Atau tanah tempat lokasi dibangunnya bangunan tersebut.

Sisi unik lain dari bangunan masyarakat adat Desa Sade selain dilihat dari tujuan peruntukannya ialah terdapat juga di sisi cara perawatan bangunan
Iya nih Sobat. Jadi uniknya di Desa Sade ini ya, bangunan yang perlu dirawat itu mesti dirawat dengan memakai kotoran kerbau. What? Are you serious, Mimin? Iyapp, Mimin serius. Jadi tuh kan ya, untuk lantai yang ada di dalam rumah adat tradisional suku Sade di desa ini tuh memang dibuat dari campuran tanah liat dan sekam padi kan ya, nah kemudian nanti untuk beebrapa minggu atau ketika biasanya ada penghelatan upacara adat setempat, mereka akan mencampur bahan lantai tadi dengan kotoran kerbau plus sedikit air untuk membersihkan lantainya.

Nah, setelah dicuci lantai pakai bahan-bahan tersebut dan kemudian kering, selanjutnya ialah masyarakat akan menggosok lantai dengan menggunakan batu atau sapu. Lucunya nih ya, meski mungkin banyak di antara kita bingung kenapa masyarakat desa ini mesti pakai kotoran kerbau, tapi ternyata nih kotoran kerbau yang dipakai di sana itu tidak bau sama sekali, hal ini juga yang nantinya akan berhasil mengurangi serangga atau bahkan ya nyamuk. 

Nah, sembari itu ada juga nih sisi unik lain dari masyarakat desa Sade ini. Apa tuh, Min? Iya, jadi kan untuk melanutkan perkembngan generasi, pasti beberapa orang memiih menikah dong ya, alias melanjutkan level kehidupan ke hubungan rumah tangga.

Nah, untuk masyarakat desa ini nyatanya kalau menikah akan lebih memilih untuk berpasangan dengan mereka yang masih satu suku atau satu desa lho Sobat. Huhuu, patah hati langsung nih ya yang readers web ini laki-laki. 

Nah hal ini terjadi karena mereka meyakini bahwa menikah seperti itu akan dianggap lebih mudah dan murah dibandingkan jika menikahi orang yang berada di luar kawasan Desa Sade, maka dari itu juga kita bakal atau tidak seharusnya kaget atau shocked bila menemukan warga di Desa Sade ini yang nyatanya masih memiliki hubungan kekerabatan atau kedekatan biologis satu dengan yang lainnya.
Gimana nih dong Sobat dePost Mandalika? Sudah pernah ke Desa Sade apa belum?

Baca juga: Cara-cara Olahraga yang Bisa Membakar Lemak dalam Tubuh Kita

Baca juga: Berbagai Mamfaat Kulit Sayuran untuk Kesehatan Tubuh

Kalau belum pasti untung kuadrat lah ya. Ehh nggak juga deh, pasti kurang juga alias minus karena belum bisa ngelihat sisi indahnya kehidupan masyarakat dan alam di sini. But pasti broken heart juga kalau nyatanya yang pernah datang ke sini terus tidak bisa menikahi gadis desa sini.



Sumber : depostmandalika.com


Editor: Razali
    Bagikan  

Berita Terkait