Destinasi Wisata Alam Taman Nasional Tangkoko, Pesona Flora dan Fauna Endemik Sulawesi

Wisata —Senin, 25 Oct 2021 15:01
    Bagikan  
Destinasi Wisata Alam Taman Nasional Tangkoko, Pesona Flora dan Fauna Endemik Sulawesi
Destinasi Wisata Alam Taman Nasional Tangkoko, Pesona Flora dan Fauna Endemik Sulawesi/Pinterest

DEPOSTBORNEO


Taman Nasional Tangkoko adalah cagar alam di Kecamatan Bitung Utara, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Cagar alam seluas sekitar 3.196 hektare ini merupakan tempat perlindungan monyet hitam sulawesi, tarsius, kuskus, maleo, dan rangkong.


Di dalam kawasan ini terdapat dua jenis ekosistem, yaitu hutan hujan dan hutan lumut. Di eksositem hutan hujan tumbuh beringin, aras dan nantu. Sedangkan di ekosistem hutan lumut tumbuh bunga edelweis dan kantong semar.


Taman Nasional Tangkoko merupakan salah satu objek wisata alam andalan di Sulawesi Utara,dua hewan langka ini hanya bisa ditemui di Indonesia (Sulawesi Utara) dan Filipina saja. Tarsius adalah primata terkecil di dunia. Panjangnya sekitar 10 hingga 15 cm saja. Keunikan hewan mungil yang satu ini tidak hanya terletak pada ukurannya saja, namun juga pada aktivitas kepalanya yang bisa diputar hingga 180°.


Sementara Yaki ia biasa disebut si monyet jambul kuning. Bulu yang berwarna hitam, serta seluruh tubuh yang ditumbuhi rambut kecuali muka yang berwarna hitam dan pantat yang lucunya berwarna merah muda. Secara internasional, tarsius dikenal dengan nama latin Tarsius spectrum, sedangkan yaki atau monyet jambul kuning dikenal deegan nama Macaca nigra.


Ada pula kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) dan kuskus beruang Sulawesi (Ailurops ursinus). Tidak hanya itu, ada juga ratusan spesies burung juga terdapat di taman nasional kebanggaan warga Sulawesi Utara ini. Secara keseluruhan, ada 26 jenis mamalia, 180 jenis burung serta 15 jenis reptil dan amfibi. Dari keseluruhan satwa langka tersebut, 10 jenis mamalia dan 59 jenis burung merupakan satwa endemik Sulawesi.

Baca juga: Berlibur ke-Floating Market Lembang bandung

Baca juga: Pesona Keindahan Destinasi Wisata Satwa Air Seaworld Jakarta

Selain dapat melihat aneka satwa yang ada, Anda juga dapat menikmati trekking menjelajahi hutan belantara yang terdapat di sekitar Taman Nasional Tangkoko.


Kehidupan satwa liar di kawasan Tangkoko sudah diketahui secara luas dadikunjungi oleh Alfred Russel Wallace pada tahun 1861. Di Tangkoko, Wallace mengumpulkan spesimen babirusa dan maleo yang waktu itu sangat mudah dijumpai. Ketika itu, pasir hitam di pantai Tangkoko merupakan tempat bersarang dan penetasan telur maleo. Akibat eksploitasi oleh penduduk setempat, koloni maleo di pantai Tangkoko tidak lagi ditemukan pada tahun 1915, dan hanya tersisa sejumlah kecil koloni di pedalaman.


Kawasan ini memiliki topografi landai hingga berbukit yang terdiri dari hutan pantai, hutan dataran rendah, hutan pegunungan, dan hutan lumut. Di kawasan ini terdapat dua puncak gunung: Gunung Tangkoko (1.109 m) dan Gunung Dua Saudara (1.109 m), serta Gunung Batuangus (450 m) di bagian tenggara. Di sebelah timur laut terdapat Dataran Tinggi Pata.


Lokasi Taman Nasional Tangkoko

Cagar alam ini sekitar 60 km dari Manado atau 20 km dari Kota Bitung. Di Bitung terdapat hotel dan penginapan untuk wisatawan. Di Kelurahan Batuputih Bawah yang berdekatan dengan lokasi cagar alam juga terdapat penginapan.


Harga Tiket Taman Nasional Tangkoko

Sementara itu, harga tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp 150 ribu. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah sekaligus mendapat jasa pendampingan dari guide setempat. -23


Dilansir dari Depostbunaken.com

Baca juga: Orchid Forest Cikole, Destinasi Wisata yang Memiliki 157 Spesies Bunga Anggrek

Baca juga: Bukit Panguk Kediwung, Wisata Negeri Di Atas Awan

Editor: Ajeng
    Bagikan  

Berita Terkait